3 Bintang Sepak Bola yang Kariernya Meredup Usai Pensiun, Ada yang Sempat Main Tarkam

Akhir-akhir ini banyak media yang menyoroti kisah hidup mantan pemain andalan Arsenal, Emmanuel Eboue. Karena kini Eboue dikabarkan harus hidup menderita setelah memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola profesional. Perceraian dengan sang istri juga dikabarkan semakin membuat hidup Eboue terpuruk, dan bahkan kini ia dikabarkan terancam terusir dari kediamannya oleh pengadilan. Pemain yang juga pernah bergabung bersama Galatasaray ini pun mengaku sempat ingin mengakhiri hidupnya karena sudah tidak tahan lagi menghadapi cobaan, meskipun pada akhirnya Eboue membatalkan niat tersebut.

Akan tetapi Eboue ternyata bukan satu-satunya pemain yang hidupnya terpuruk usai pensiun. Karena setidaknya ada 3 mantan pemain sepak bola dunia yang juga mengalami nasib serupa dengannya. Kuat dugaan kebangkrutan mereka tidak lepas dari ketidakmampuan untuk mengelola keuangan dan gaya hidup yang tetap glamor ala pemain sepak bola dunia, meskipun mereka sudah pensiun dari lapangan hijau.

David James

Di masa jayanya David James adalah kiper papan atas di Inggris yang di mana dirinya pernah membela beberapa tim besar, salah satunya adalah Liverpool. Selain itu, James juga dipercaya sebagai kiper Timnas Inggris pada periode 1997 hingga 2010 silam. Meskipun pernah berpenghasilan hingga menyentuh angka 400 miliar rupiah, namun kini James dikabarkan sudah bangkrut terutama setelah memutuskan pensiun dari lapangan hijau. Proses perceraian yang berlarut-larut dengan mantan istrinya, Tanya James, membuatnya harus mengeluarkan biaya yang sangat besar sehingga membuatnya jatuh miskin. Selain itu, gaya hidupnya yang mewah juga menjadi salah satu faktor dibalik kebangkrutannya.

Gak mau bangkrut karena sering kalah dalam permainan sbobet? Langsung saja klik Scproject.net dan dapatkan kesempatan menang yang lebih besar.

John Arne Riise

Selanjutnya ada mantan bek andalan Liverpool yang turut serta mempersembahkan gelar juara Liga Champions 2005, John Arne Riise. Bermain bersama klub besar seperti halnya Liverpool membuat Riise memiliki penghasilan yang besar. Namun sayangnya kabar terakhir menyebutkan bahwa pria asal Norwegia itu harus mengalami kebangkrutan usai tidak lagi bermain sepak bola. Riise yang kini berusia 37 tahun itu kabarnya tengah terlilit hutang dalam jumlah yang besar, dan perseteruannya dengan sang agen membuat hidupnya semakin memprihatinkan.

Eric Djemba Djemba

Yang terakhir adalah mantan pemain andalan Manchester United, Eric Djemba Djemba. Setelah memutuskan pensiun dari lapangan hijau, Djemba Djemba harus mengalami kebangkrutan. Karena hal itulah kemudian dia memutuskan untuk kembali ke lapangan hijau dan mencoba peruntungan dengan bermain di Indonesia bersama Persebaya Surabaya pada tahun 2015 yang lalu. Akan tetapi kontraknya terpaksa diputus di tengah jalan karena kompetisi tak lagi bergulir setelah PSSI dibekukan oleh FIFA terkait intervensi pemerintah. Untuk menyambung hidupnya, Djemba Djemba diketahui sempat bermain tarkam dengan dikontrak jangka pendek oleh Persewangi Banyuwangi dalam sebuah turnamen pada tahun 2015 yang lalu. Terus perbarui informasimu seputar sepak bola, poker, sbobet, atau casino hanya di Safa-TV.net.

Prediksi Portugal vs Belanda, Final UEFA Nations League

UEFA Nations League kini sudah memasuki tahap akhir, di mana laga final akan mempertemukan dua tim terbaik Eropa, yakni Timnas Portugal melawan Belanda di Stadion do Dragão, Portugal, Senin (10/06) dini hari mulai pukul 01:45 WIB. Layaknya laga final lainnya, pertandingan kali ini pun dipastikan bakal berlangsung seru, karena terjadi pertaruhan gengsi di sana.

Portugal

Usai berhasil menjuarai Piala Eropa 2016, Portugal terus menunjukkan penampilan yang konsisten. Pada UEFA Nations League kali ini tim besutan Fernando Santos itu juga berhasil tampil menghibur, hingga puncaknya adalah keberhasilan mereka mengalahkan tim pembunuh raksasa, Timnas Swiss dengan skor meyakinkan 3-1. Pada pertandingan tersebut bintang Portugal, Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan kehebatannya dengan mencetak 3 gol.

Ronaldo pun digadang-gadang bakal kembali menjadi mesin gol Portugal pada pertandingan kali ini. Akan tetapi Portugal juga dipastikan tidak akan dengan mudah menembus gawang Belanda, mengingat mereka memiliki dua bek terbaik di dunia, yakni Virgil van Dijk dan Matthijs de Ligt. Meskipun disebut sebagai bek terkokoh, namun keduanya juga masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oleh Ronaldo dkk.

Pada pertandingan kali ini Santos kemungkinan bakal menggunakan formasi 4-3-1-2 dengan mengandalkan Goncalo Guedes dan Ronaldo di lini depan. Sementara di lini tengah akan dipimpin oleh Bernardo Silva yang di musim 2018/19 tampil menggila bersama Manchester City. Namun pada laga nanti tim Seleccao das Quinas dipastikan tidak akan diperkuat oleh Pepe yang menderita cedera.

Belanda

Sementara Belanda juga tidak kalah hebatnya dengan Portugal, di mana tim berjuluk De Oranje itu pun berhasil menunjukkan penampilan yang menawan di bawah besutan Ronald Koeman. Di babak semi-final Belanda berhasil mengalahkan Timnas Inggris yang diperkuat oleh para pemain muda penuh talenta. Akan tetapi kemenangan Belanda pada laga melawan Inggris bisa dibilang sedikit dinaungi keberuntungan, karena dua dari tiga gol mereka tercipta berkat kesalahan pemain tim The Three Lions.

Namun pada laga kali ini para pemain Belanda diwajibkan harus fokus penuh di sepanjang pertandingan. Karena yang mereka hadapi kali ini adalah Portugal, yang memiliki sosok Ronaldo dan Silva. Untuk mengatasi mereka, Belanda juga bisa menerapkan strategi menyerang, karena memang dalam sepak bola modern menyerang adalah pertahanan terbaik.

Pada laga kali ini Koeman kemungkinan bakal menerapkan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Steven Bergwijn, Memphis Depay, dan Ryan Babel di lini depan. Sementara di lini tengah ada nama Frenkie De Jong yang di musim lalu berhasil tampil apik bersama Ajax Amsterdam. Berbeda dengan Portugal, pada laga kali ini Belanda bisa bermain dengan kekuatan terbaiknya.

Head to Head Portugal vs Belanda

30/06/2004 Portugal 2 – 1 Belanda

25/06/2006 Portugal 1 – 0 Belanda

17/06/2012 Portugal 2 – 1 Belanda

14/08/2013 Portugal 1 – 1 Belanda

26/03/2018 Portugal 0 – 3 Belanda

Lima Pertandingan Terakhir Portugal

17/11/2018 Italia 0 – 0 Portugal

20/11/2018 Portugal 1 – 1 Polandia

22/03/2019 Portugal 0 – 0 Ukraina

25/03/2019 Portugal 1 – 1 Serbia

05/06/2019 Portugal 3 – 1 Swiss

Lima Pertandingan Terakhir Belanda

16/11/2018 Belanda 2 – 0 Prancis

19/11/2018 Jerman 2 – 2 Belanda

21/03/2019 Belanda 4 – 0 Belarus

24/03/2019 Belanda 2 – 3 Jerman

06/06/2019 Belanda 3 – 1 Inggris

Prediksi Line Up Portugal vs Belanda

Portugal (4-3-1-2): Patricio; Guerreiro, Dias, Fonte, Semedo; Carvalho, Neves, Moutinho; Silva; Ronaldo, Guedes.

Belanda (4-3-3): Cillessen; Dumfries, Dijk, Ligt, Blind; Wijnaldum, Jong, Roon; Bergwijn, Depay, Babel.

Prediksi Skor Portugal vs Belanda: 2-1

Kini saatnya update informasimu seputar dunia sepak bola dan prediksi hanya di Scproject.net, dan kamu juga bisa mendapat kesempatan menang yang lebih besar dalam permainan Poker Online dengan cara mendaftar di Safa-TV.net.

Liverpool Akhirnya Dipastikan Tampil di Piala Dunia Klub 2019

Liverpool akhirnya dipastikan berhasil menjuarai Liga Champions Eropa musim 2018/19 setelah di laga final berhasil mengalahkan sesama wakil Inggris, Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 pada laga puncak yang dilangsungkan di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (02/06) dini hari WIB. Pada pertandingan itu pasukan Jurgen Klopp sudah mampu unggul 0-1 pada menit ke-2 setelah Mohamed Salah berhasil mencetak gol melalui titik putih. Usai mencetak gol Liverpool memilih untuk bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik, beruntung pada kesempatan itu Tottenham Hotspur tidak mampu mencetak gol. Bomber asal Belgia, Divock Origi justru berhasil menambah keunggulan untuk Liverpool di menit ke-87 setelah tendangan keras mendatar memanfaatkan umpan pendek dari Joel Matip. Ini menjadi trofi Liga Champions yang keenam di sepanjang sejarah Liverpoool.

Liverpool Dipastikan Ikut Piala Dunia Klub 2019

Keberhasilan mereka menjadi juara Liga Champions 2018/19 membuat Liverpool berhak mewakili Eropa dalam ajang Piala Dunia Klub 2019, yang kali ini digelar di Asia, tepatnya di Qatar. Nantinya enam klub juara dari masing-masing benua akan berpartisipasi pada ajang yang selenggarakana oleh FIFA tersebut.

Pada ajang ini sendiri Liverpool akan langsung memasuki babak semi-final, dan mereka dipastikan akan melawan klub juara Copa Libertadores (Liga Champions Amerika Selatan) 2018/19 yang saat ini masih tengah berlangsung memasuki babak semi-final.

Liverpool Memiliki Kenangan Pahit

Liverpool sendiri memiliki kenangan pahit pada Piala Dunia Klub. Karena pada saat keikutsertaan terakhir mereka pada Piala Dunia Klub 2005 yang lalu, klub yang bermarkas di Anfield itu harus mengakui keunggulan klub asal Brasil, Sao Paolo dengan skor 0-1 di babak semi-final. Padahal kala itu Liverpool memiliki skuat yang mengerikan, dan berhasil menjadi juara Liga Champions usai menundukkan AC Milan melalui drama adu penalti.

Patut ditunggu kiprah Liverpool pada tahun ini, apakah pasukan Klopp berhasil memenangkan kejuaraan tersebut. Karena musim ini skuat Liverpool tidak banyak mengalami perubahan, dan memiliki lini serang yang cukup mematikan dengan kehadiran trio Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah.

Bagaimana dengan prediksimu? Kalau masih belum punya gambaran, bisa langsung kunjungi 988Sport.net dandapatkanprediksi serta berita bola terpercaya. Di sana kamu juga bisa bermain Sbobet dan dapatkan kesempatan menang yang lebih besar.

Skuat Terbaik Liga Champions 2018/19, Mohamed Salah Tak Masuk Daftar

Gelaran Liga Champions Eropa musim 2018/19 akhirnya telah berakhir dan melahikan Liverpool sebagai juara usai mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 di partai puncak yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol pada akhir pekan yang lalu. Ini menjadi gelar Liga Champions yang keenam bagi Liverpool sepanjang sejarah klub. Sementara kekalahan ini membuat Tottenham Hotspur gagal meraih gelar juara Liga Champions pertama mereka. Namun untuk kamu yang ingin menang dan meraih banyak keuntungan dari permainan Play1628, langsung saja klik Beosjapan.com.

 Tidak lama setelah berakhirnya gelaran final, UEFA selaku federasi sepak bola Eropa merilis Champions League Squad of the Season 2018/2019 atau skuat terbaik Liga Champions Eropa musim 2018/19. Dalam daftar ini berisikan 20 pemain yang menunjukkan penampilan luar biasa di Liga Champions musim ini. Para pemain tersebut dipilih oleh oleh UEFA Technical Observers yang beranggotakan Peter Rudbæk (Denmark), Thomas Schaaf (Jerman), Raúl González (Spanyol), David Moyes (Skotlandia), Michael O’Neill (Irlandia Utara), Gareth Southgate (Inggris), Packie Bonner (Republik Irlandia), Roberto Martínez (Spanyol), Ginés Meléndez (Spanyol)

Liverpool Mendominasi

Dalam daftar yang dirilis UEFA, Liverpool sebagai tim juara berhasil mendominasi dengan menaruh 6 pemain terbaiknya ke dalam daftar skuat terbaik. Namun menariknya dalam daftar tersebut tidak ada nama Mohamed Salah. Sementara keenam pemain yang masuk dalam daftar itu adalah kiper Alisson Becker, bek Andrew Robertson, Virgil van Dijk, dan Trent Alexander Arnold, gelandang Giorginio Wijnaldum, dan striker Sadio Mane.

Tottenham Hotspur Berada di Posisi Kedua

Sementara Tottenham Hotspur selaku tim runner-up berhasil menempatkan tiga pemainnya dalam daftar. Ketiga pemain itu adalah bek Jan Vertonghen, gelandang Moussa Sissoko dan striker Lucas Moura. Moura memang layak masuk dalam daftar kali ini, mengingat dia berhasil menjadi pemain penentu dalam kemenangan Tottenham Hotspur atas Ajax Amsterdam di babak semi-final leg kedua.

Skuat Terbaik Liga Champions 2018/19

Kiper: Alisson (Liverpool), Marc-Andre ter Stegen (Barcelona)

Bek: Matthijs de Ligt (Ajax), Virgil Van Dijk (Liverpool), Trent Alexander-Arnold (Liverpool), Andrew Robertson (Liverpool), Jan Vertonghen (Tottenham)

Gelandang: Georginio Wijnaldum (Liverpool), Moussa Sissoko (Tottenham), Frenkie de Jong (Ajax), Kevin De Bruyne (Man City), Hakim Ziyech (Ajax), Tanguy Ndombele (Lyon)

Penyerang: Sadio Mane (Liverpool), David Neres (Ajax), Lionel Messi (Barcelona), Raheem Sterling (Man City), Cristiano Ronaldo (Juventus), Dusan Tadic (Ajax), Lucas Moura (Tottenham)

Maurizio Sarri Semakin Dekat ke Juventus

Belum genap sepekan setelah berhasil mengantarkan Chelsea juara Liga Europa, pelatih Maurizio Sarri sudah semakin santer dikabarkan bakal meninggalkan klub asal London tersebut. Pelatih asal Italia itu pun disebut-sebut sebagai kandidat kuat pelatih baru Juventus, menggantikan posisi Massimiliano Allegri yang beberapa pekan lalu memutuskan untuk mengundurkan diri.

Maurizio Sarri Semakin Dekat ke Juventus

Dari informasi terbaru, Sarri dikabarkan semakin dekat menuju ke Juventus pada bursa transfer musim panas tahun ini. Kabar segera merapatnya Sarri ke La Vecchia Signora juga semakin diperkuat dengan adanya laporan dari jurnalis Sportitalia, Alfredo Pedulla, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan pelatih yang hobi menghisap cerutu tersebut. Pedulla menyebutkan bahwa Sarri sudah memesan tiket pesawat untuk melakukan perjalanan dari London menuju ke Turin, Italia pada akhir pekan ini, entah itu pada Sabtu (01/06) atau pada Minggu (02/06). Tidak hanya itu, beberapa media Italia juga sudah ramai mengabarkan bahwa Chelsea telah memberi izin kepada Sarri untuk meninggalkan klub dan bergabung bersama Juventus.

Juventus Hanya Butuh 96 Miliar Rupiah untuk Datangkan Sarri

Menurut informasi di laman Football-Italia, Juventus hanya membutuhkan biaya sebesar 6 juta euro atau setara 96 miliar Rupiah untuk memboyong Sarri ke Turin. Sementara mengenai persyaratan pribadi, Juventus kabarnya siap mengontrak Sarri dengan durasi selama 3 tahun dan upah sebesar 7 juta euro atau setara 111 miliar rupiah per musim. Upah itu masih lebih rendah dibanding dengan yang diterima oleh Allegri, yakni sebesar 7,5 juta euro pada musim 2018/19 atau di musim terakhirnya bersama Juventus.

Sarri Sempat Dikritik

Sebelum berhasil mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Europa, Sarri sempat menerima banyak kritikan karena performa mengecewakan yang ditunjukken oleh The Blues di Liga Premier Inggris. Karena di bawah kendalinya Chelsea hanya mengandalkan penguasaan bola tanpa memiliki banyak peluang emas untuk mencetak gol ke gawang tim lawan. Alhasil, Chelsea pun lebih banyak meraih hasil imbang pada Liga Premier Inggris musim 2018/19. Tapi untuk kamu yang gak mau rugi dan ingin mendapat banyak keuntungan dari permainan Play1628, bisa langsung kunjungi Beosjapan.com.

Berbeda dengan Elisa Basna, 3 Pemain Bintang Ini Kena Hukuman Berat Usai Injak Lawan

Laga lanjutan Liga 1 2019 pekan ke-3 yang mempertemukan antara Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (30/05), masih menyisakan catatan kelam. Dibalik laga yang berlangsung seru terselip suatu insiden yang cukup mengerikan antara pemain Persebaya, Elisa Basna dan pemain PSIS, Fredyan Wahyu.

Tepat di penghujung pertandingan, Basna yang kalah dalam duel perebutan bola dengan sengaja menginjak perut Fredyan. Ulahnya itu pun langsung memancing reaksi keras dari para pemain PSIS, karena memang apa yang dia lakukan sangat membahayakan keselamatan. Karena saat ini sudah ada 2 pemain sepak bola Indonesia yang harus meregang nyawa setelah dilanggar di bagian perutnya, yakni Jumadi Abdi dan Akli Fairuz.

Menariknya, meskipun Basna telah melakukan pelanggaran keras dan membahayakan, namun wasit yang memimpin jalannya pertandingan hanya memberinya hukuman kartu kuning. Padahal di sepak bola Eropa jelas bahwa pelanggaran serupa akan langsung dihadiahi kartu merah. Nah, berikut adalah 3 pemain bintang Eropa yang pernah dihadiahi kartu merah usai menginjak pemain lawan.

Pepe

Mantan bek Real Madrid asal Portugal, Pepe memang dikenal memiliki sifat yang tempramental. Insiden paling brutal yang melibatkan Pepe terjadi pada tahun 2009 yang lalu, di mana kala itu Real Madrid sedang berhadapan dengan Getafe di Santiago Bernabeu. Entah apa yang menjadi pemicunya, Pepe langsung menendang dan bahkan menginjak pemain Getafe, Casquero yang sudah jatuh tersungkur ke tanah. Wasit yang mengetahui insiden itu langsung memberinya hukuman kartui merah. Pepe kemudian mendapat hukuman larangan bermain sebanyak 10 pertandingan.

Steven Gerrard

Ikon dari Liverpool, Steven Gerrard pun pernah merasakan hukuman berat dari wasit akibat menginjak pemain lawan. Gerrard yang kala itu dimasukkan pada babak kedua melawan Manchester United di Anfield pada musim 2014/15, harus dikartu merah hanya selang satu menit setelah dimasukkan. Hal itu terjadi karena Gerrard kedapatan dengan sengaja menginjak kaki Ander Herrera. Tidak ada protes berlebihan dari Gerrard, karena memang dia menyadari kesalahan yang telah dia lakukan.

Jonjo Shelvey

Yang terbaru adalah aksi gelandang Newcastle United, Jonjo Shelvey yang harus berbuah kartu merah dari wasit. Pada saat menjalani laga lanjutan Liga Premier Inggris musim 2017/18 melawan Tottenham Hotspur, Shelvey yang kala itu bertindak sebagai kapten menunjukkan aksi yang tak terpuji dengan sengaja menginjak kaki striker Tottenham Hotspur, Dele Alli. Wasit yang mengetahui insiden itu tak segan langsung memberinya kartu merah. Tapi untuk kamu yang suka bermain Play1628, jangan khawatir dapat hukuman dari wasit seperti pemain di atas. Karena dengan memainkannya di Beosjapan.com, kamu justru akan mendapat banyak keuntungan.

Maurizio Sarri dan Jajaran Pelatih Italia yang Sukses Bersama Chelsea

Maurizio Sarri akhirnya berhasil meraih gelar juara major pertama di sepanjang kariernya sebagai pelatih sepak bola. Ia sukses meraih gelar juara ketika mengantarkan Chelsea memenangi Liga Europa musim 2018/19 setelah di partai puncak mengalahkan Arsenal dengan skor 4-1. Menariknya lagi, trofi tersebut dia persembahkan di musim perdananya melatih Chelsea, setelah sebelumnya menjabat sebagai pelatih Napoli.

Di musim perdananya, ia sukses mempersembahkan 39 kemenangan dari 63 pertandingan yang dijalaninya, atau dengan mencatat 61,9 persen kemenangan di musim 2018/19. Catatan itu hanya kalah dari Jose Mourinho yang mencatat 71,28 persen kemenangan ketika pertama kali menangani Chelsea pada musim 2004/05 yang lalu. Prestasi Sarri di musim ini bersama Chelsea juga semakin menambah panjang daftar arsitek asal Italia yang sukses bersama The Blues. Berikut adalah deretan pelatih asal Italia yang meraih kesuksesan ketika melatih Chelsea.

Gianluca Vialli

Gianluca Vialli mulai menangani Chelsea pada Februari 1998 menggantikan Ruud Gullit yang dipecat. Di bawah nahkoda Vialli hingga September 2000, Chelsea berhasil mencatat 76 kali kemenangan dari 143 pertandingan dengan persentase 53,15 persen. Selama menangani Chelsea, Vialli sukses mempersembahkan beberapa piala bergengsi seperti trofi Liga Inggris (1997/98), Piala FA (1999/00), Charity Shield (2000), Piala Winners (1997/98), dan Piala Super Eropa (1998).

Carlo Ancelotti

Sejak Roman Abramovich mengakuisisi Chelsea pada tahun 2003, The Blues baru mendapat kesempatan bekerja sama dengan pelatih Italia pada Juli 2009 dengan menunjuk Carlo Ancelotti. Di bawah tangan dinginnya, Ancelotti berhasil mempersembahkan tiga trofi bergengsi di musim perdananya, yakni trofi Liga Premier Inggris (2009/10), Piala FA (2009/10), dan Community Shield (2009). Selama menangani Chelsea, Ancelotti berhasil mencatat 67 kemenangan dari 107 pertandingan atau meraih 61,47 persen kemenangan.

Roberto Di Matteo

Roberto Di Matteo awalnya hanya ditunjuk sebagai pelatih sementara setelah Andre Villas-Boas dipecat pada Maret 2012 yang lalu. Di bawah tangan dinginnya, Di Matteo mampu mempersembahkan Piala FA dan gelar juara Liga Champions yang perdana untuk The Blues. Namun setelah dipermanenkan pada Juni 2012, Di Matteo gagal mengulang pencapaian apiknya dan harus dipecat lima bulan kemudian. Selama menangani Chelsea, pelatih berkepala plontos itu mampu mencatat 57,1 persen kemenangan.

Antonio Conte

Antonio Conte ditunjuk menjadi pelatih Chelsea pada April 2016 yang lalu. Di musim perdananya Conte mampu mempersembahkan gelar juara Liga Premier Inggris, dan di musim berikutnya dia berhasil mengantarkan Chelsea meraih gelar juara Piala FA. Namun kemudian dia dipecat pada Juli 2018, dan mantan arsitek Juventus itu pergi meninggalkan Chelsea dengan mencatat 65,1 persen kemenangan. Kalau kamu juga ingin menang dan mendapat banyak keuntungan dalam bermain Joker123, langsung saja kunjungi Beosjapan.com.

Temani Virgil van Dijk, Liverpool Tertarik Datangkan Bek Real Sociedad

Liverpool berhasil menunjukkan penampilan yang luar biasa di musim 2018/19. Selain keberhasilan mereka menuju ke final Liga Champions Eropa, klub yang bermarkas di Anfield itu juga berhasil menunjukkan permainan yang memukau di Liga Premier Inggris. Pada kompetisi kasta tertinggi tanah Inggris itu Liverpool berhasil mengumpulkan 97 poin dan menjadi rekor poin terbanyak sepanjang sejarah berdirinya klub. Namun sayangnya Liverpool gagal menjadi juara setelah tertinggal 1 poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen akhir Liga Premier Inggris musim 2018/19.

Kegagalan itu pun melecut semangat Liverpool untuk memperkuat skuatnya di bursa transfer musim panas 2019. Dari informasi yang beredar, Liverpool ingin menambah pemain di lini belakang. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp seakan kurang puas dengan penampilan lini belakang timnya, meskipun di musim 2018/19 kemarin The Reds menjadi tim dengan pertahanan terbaik karena hanya kemasukan 22 gol dari 38 laga yang dijalani.

Liverpool Tertarik Datangkan Diego Llorente

Temani Virgil van Dijk, Liverpool Tertarik Datangkan Bek Real Sociedad

Dari informasi yang beredar, kini Liverpool tengah berusaha menggoda bek Real Sociedad, Diego Llorente. Kabarnya Klopp sudah menyiapkan dana transfer sebesar 22 juta pounds atau setara 402 miliar rupiah untuk memboyong Llorente ke Anfield, dan menduetkannya dengan Virgil van Dijk di jantung pertahanan Liverpool.

Keunggulan Llorente

Temani Virgil van Dijk, Liverpool Tertarik Datangkan Bek Real Sociedad

Ketertarikan Liverpool untuk mendatangkan Llorente karena bek asal Spanyol itu berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan di sepanjang musim 2018/19. Dengan postur tubuh setinggi 1,86 meter, Llorente jago dalam duel bola atas. Dengan demikian ia bisa menjadi kartu as bagi Liverpool untuk menghalau setiap serangan dari bola-bola atas yang masuk ke jantung pertahanan. Selain itu, bek berusia 25 tahun tersebut juga memiliki insting mencetak gol yang cukup tinggi. Hal itu terbukti dari koleksi 3 gol yang berhasil dia cetak dari 44 penampilannya bersama Real Sociedad sejak ditransfer dari Malaga pada musim panas tahun 2017 yang lalu. Oleh sebab itu, Liverpool akan mendapat banyak keuntungan jika berhasil mendatangkan Llorente ke Anfield. Untuk kamu yang ingin mendapat banyak keuntungan dari bermain sbobet, langsung saja klik Livebaccaratsbobet.org.

Jelang Lawan Indonesia, Ini Daftar Skuar Timnas Jordania

Timnas Indonesia akan menjalani laga internasional pada FIFA matchday Juni mendatang. Menurut rencana, Timnas Indonesia akan menjalani dua laga uji coba sekaligus, yakni melawan tuan rumah Jordania di Stadion Amman pada 11 Juni 2019 dan empat hari kemudian melawan Timnas Vanuatu di kandang. Laga ini harus dimaksimalkan oleh Timnas Indonesia untuk bisa memperbaiki peringkat mereka di ranking FIFA, dan sekaligus sebagai persiapan tim menuju ke babak kualifikasi Piala Dunia 2022 yang dijadwalkan bakal mulai digelar pada September 2019 mendatang. Laga melawan Jordania dipastikan tidak akan mudah, karena saat ini mereka berada di peringkat 98 dunia dan Indonesia berada di posisi ke-159.

Jelang laga melawan Jordania, pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy sebelumnya sudah memanggil 26 nama untuk mengikuti pemusatan pelatihan. Dari daftar nama tersebut, terselip satu nama yang cukup mengejutkan, yakni Marc Klok. Padahal pemain PSM Makassar itu masih berstatus sebagai warga negara Belanda, namun dirinya sedang menunggu proses naturalisasinya usai. Nama-nama kawakan yang sudah lama absen membela timnas seperti Ricardo Salampessy dan Achmad Jufriyanto kembali mendapat kesempatan untuk membela tim Garuda. Sementara nama-nama langganan seperti Andritany Ardhiyasa, Hansamu Yama, Evan Dimas, dan Andik Vermansyah kembali dipastikan mewarnai barisan line up.

Jelang Lawan Indonesia, Ini Daftar Skuar Timnas Jordania

Kemudian baru-baru ini giliran Timnas Jordania yang mengumumkan skuatnya untuk menghadapi laga uji coba melawan Indonesia. Dari daftar nama yang dirilis, mayoritas adalah anggota skuat Jordania ketika bermain di Piala Asia 2019 yang lalu. Kala itu langkah Jordania harus terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Vietnam melalui babak adu penlati. Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sepak bola, prediksi, dan sbobet, langsung saja klik Livebaccaratsbobet.org.

Berikut Adalah Daftar Skuat Timnas Jordania untuk Laga Melawan Indonesia

Kiper: Amer Shafi, Ahmed Abdel-Sattar, Moataz Yassin, Abdallah Al-Fakhouri

Bek: Tareq Khattab, Yazan Abu Arab, Salim Obeid, Bara’ Marei, A Saghayer, Feras Shelbaieh, Salem Alajalin, Ihsan Hadad

Gelandang: Baha’ Abdel-Rahman, Khalil Bani Attiah, Musa Al-Taamari, M Khair Allah, Saeed Murjan, Yousef Al-Rawashdeh, Ahmed Samir, Omar Hani, Ahmad Ersan, Yaseen Al-Bakhit, Mussab Al-Laham, M Abu Zrayq.

Penyerang: Baha’ Faisal, Hamza Al-Dardour

3 Alasan Kuat yang Membuat Manchester United Tak Lagi Layak Ditakuti

Prestasi Manchester United kian hari semakin menurun. Bahkan pada kompetisi musim 2018/19 kali ini tim berjuluk The Red Devils itu harus kembali puas gelar. Di Liga Premier Inggris klub yang bermarkas di Old Trafford itu hanya mampu duduk di posisi ke-6 klasemen akhir dan dipastikan gagal menembus zona Liga Champions. Kemudian di Liga Champions musim 2018/19 langkah mereka harus dihentikan oleh Barcelona di babak 8 besar. Padahal di musim 2018/19 mereka telah melakukan pergantian pelatih dari Jose Mourinho ke Ole Gunnar Solksjaer. Akan tetapi tangan dingin Solksjaer seakan belum mampu mengangkat prestasi Manchester United.

Seiring dengan prestasinya yang terus menurun, tentunya banyak pihak yang tak lagi menyegani Manchester United. Padahal dahulu Manchester United adalah salah satu tim terkuat di Inggris yang sering ditakuti oleh lawan-lawannya. Selain karena prestasinya yang menurun, 3 hal ini juga memiliki pengaruh besar yang membuat Manchester United tidak lagi ditakuti lawan-lawannya.

Tidak Ada Pengganti yang Sepadan untuk Sir Alex Ferguson

Prestasi Manchester United mulai menunjukkan tanda-tanda akan menurun sejak Ferguson memutuskan pensiun dari dunia kepelatihan pada penghujung musim 2012/13 yang lalu. Setelah Ferguson pensiun, Manchester United sebenarnya telah menunjuk beberapa pelatih ternama untuk menangani David de Gea dkk, mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, hingga yang terakhir adalah Ole Gunnar Solksjaer. Akan tetapi mereka seakan kesulitan mengangkat prestasi tim, terlebih menyamai kehebatan Ferguson.

Tidak Ada Pemain yang Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Di era Ferguson, Manchester United memiliki banyak pemain dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi, mulai dari Roy Keane, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, hingga Nemanja Vidic. Sementara pada musim ini Manchester United tidak memiliki pemain yang memilikinya. Padahal sosok pemimpin sendiri sangat penting dalam sepak bola, terutama ketika tim tersebut bermain tanpa arah.

Manajemen Mengontrak Pemain yang Salah

Manajemen Manchester United sering kali salah dalam mengambil kebijakan soal transfer dan kontrak pemain. Para pemain yang tidak memiliki penampilan yang mengesankan seperti Ashley Young, Chris Smalling, dan Phil Jones justru diberi kontrak jangka panjang. Sementara pemain dengan kualitas jempolan seperti David de Gea, Juan Mata, dan Ander Herrera justru tidak diberi perpanjangan kontrak. Padahal mereka memiliki dampak yang sangat signifikan dalam setiap pertandingan. Untuk kamu yang ingin bermain Sbobet atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai casino, bisa langsung berkunjung ke situs Livebaccaratsbobet.org. Dijamin aman!