7 Alasan yang Membuat Barcelona Gagal Datangkan Matthijs de Ligt

Bek muda Belanda, Matthijs de Ligt kini telah memutuskan untuk pindah ke Juventus setelah musim lalu tampil luar biasa bersama Ajax Amsterdam. Sebelum ke Juventus, bek berusia 19 tahun itu sempat digadang-gadang bakal menuju ke Barcelona menyusul rekan setimnya, Frankie De Jong, yang telah memutuskan terlebih dahulu untuk bergabung bersama Blaugrana.

Dilansir dari Marca, setidaknya ada 7 kesalahan yang membuat Barcelona gagal mendatangkan De Ligt ke Camp Nou. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Permintaan Gaji Matthijs de Ligt

Barcelona diklaim tidak mampu memenuhi permintaan gaji De Ligt yang mencapai angka 12 juta euro atau sekitar 188 miliar rupiah per musim. Padahal jika melihat dari kualitasnya, itu adalah permintaan yang cukup wajar untuk De Ligt. Sementara Juventus tanpa ragu langsung memenuhi permintaan tersebut.

Komisi untuk Mino Raiola

Agen De Ligt, Mino Raiola dikabarkan memanfaatkan situasi untuk meminta komisi kepada Barcelona atas kepindahan kliennya. Namun Barcelona tidak bersedia memenuhi permintaan dari super agen tersebut, karena dikabarkan nilainya yang cukup besar.

Stok Bek Tengah Barcelona Melimpah

Saat ini Barcelona setidaknya sudah memiliki lima bek tengah, yakni Gerard Pique, Samuel Umtiti, Clement Lenglet, dan Jean-Clair Todibo. Tentu saja mendatangkan De Ligt bisa menimbulkan masalah baru di skuat Barcelona, karena stok bek yang terlalu melimpah.

Sedikit Ruang untuk Perkembangan De Ligt

Sebelum memutuskan bergabung bersama Juventus, De Ligt sempat membuat pernyataan bahwa klub barunya nanti harus mampu memberikan jaminan bermain di skuat utama. Sementara dengan banyaknya stok bek tengah yang dimiliki oleh Barcelona, tentu saja mereka tidak bisa mampu memenuhi tuntutan tersebut.

Pilihan Klub De Ligt

Berbeda dengan De Jong, sejak awal De Ligt memang mengakui bahwa dirinya tidak menjadikan Barcelona sebagai klub impian. Oleh sebab itu, ketika tawaran Juventus dianggap lebih menarik dia pun tanpa ragu menerimanya.

Barcelona Berencana Mendatangkan Neymar

Barcelona diketahui berencana untuk mendatangkan Neymar dari PSG yang akan membutuhkan biaya transfer sangat besar, bahkan lebih dari 3 triliun rupiah. Dengan situasi tersebut Barcelona lebih memilih untuk mengorbankan transfer De Ligt ketimbang harus gagal mendatangkan Neymar.

Juventus Lebih Serius Mengejar De Ligt

Semakin menuanya usia bek yang dimiliki Juventus membuat mereka menjadikan De Ligt sebagai target utama. Karena dengan kualitas yang dimiliki, De Ligt juga masih berusia sangat muda yakni 19 tahun, sehingga bisa menjadi investasi jangka panjang bagi klub.

Bagi kamu yang tertarik untuk bermain casino dan mendapat keuntungan yang lebih besar, langsung saja bergabung dengan 988bet dan kunjungi Safa-TV.net. Untuk menyimak tips & trik dalam bermain poker serta update berita sepak bola terkini, kamu bisa klik Scproject.net.

Raih Kemenangan Perdana, Ini 5 Fakta Menarik Usai Persipura Tumbangkan MU

Persipura Jayapura berhasil meraih kemenangan melawan Madura United (MU) dengan skor tipis 1-0 di Stadion Mandala, Jayapura, pada laga pekan ke-9 Liga 1 2019, Selasa (16/07) sore WIB. Pada pertandingan itu Boaz Solossa berhasil menjadi pahlawan setelah mencetak gol tunggal bagi Persipura pada menit ke-8.

Dengan kemenangan ini Persipura berhasil naik ke urutan 15 klasemen sementara dengan koleksi 7 poin dari 8 pertandingan yang sudah dijalani. Sementara kekalahan ini membuat Madura United harus berada di posisi ke-3 klasemen dengan koleksi 14 poin. Selain itu masih ada 5 fakta menarik lainnya yang mewarnai kemenangan tim Mutiara Hitam pada pertandingan kali ini.

Kemenangan Perdana

Kemenangan melawan Madura United adalah kemenangan perdana yang diraih oleh Persipura di Liga 1 2019. Karena sebelumnya Persipura hanya mampu meraih 4 kali hasil seri dan menelan 3 kali kekalahan. Hasil minor itu pun membuat Persipura memecat pelatih Luciano Leandro, dan kini menggantikannya dengan Jacksen F. Tiago.

Daya Magis Jacksen F. Tiago

Laga melawan Madura United adalah pertandingan debut bagi Jacksen sebagai pelatih Persipura. Ia pun sukses mendapat hasil yang manis di laga debutnya kali ini dengan mengalahkan Madura United, tim yang sebenarnya lebih diunggulkan karena memiliki banyak pemain bintang.

Menjaga Rekor Pertemuan

Kemenangan ini seakan menjaga rekor pertemuan Persipura ketika laga melawan Madura United (termasuk ketika bernama Pelita Jaya). Karena sejauh ini Persipura berhasil menunjukkan dominasinya atas Madura United dengan mencatat 13 kali kemenangan, 3 kali seri, dan hanya menelan 4 kekalahan. Persipura pun berhasil mencetak 41 gol ke gawang Madura United dan hanya kemasukan 17 gol.

Debut Perdana Syahrian Abimanyu

Ini juga menjadi laga debut bagi pemain muda Madura United, Syahrian Abimanyu, usai ditimpa cedera panjang. Pada laga kali ini Syahrian dimasukkan sebagai pemain pengganti pada menit ke-74 untuk menggantikan Asep Berlian yang ditarik keluar lapangan pertandingan.

Kekalahan Perdana Madura United

Hasil pada pertandingan ini sekaligus menjadi kekalahan perdana Madura United di Liga 1 2019. Karena sebelumnya mereka mampu mencatat 4 kemenangan dan 2 kali seri.

Untuk kamu yang ingin mengetahui prediksi sepak bola terakurat jangan lupa untuk mengunjungi Safa-Tv.net dan pasang prediksimu hanya di 988bet. Sementara bagi kamu yang ingin mengetahui update berita terbaru sepak bola, langsung kunjungi Scproject.net.

Kerjai Bali United di Laga Lawan Barito, Ini 3 Fakta Menarik Wasit Iwan Sukoco

Laga lanjutan Liga 1 2019 yang mempertemukan antara tuan rumah Barito Putera melawan Bali United di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (14/07) malam WIB menyisakan banyak kontroversi. Laga yang dimenangkan oleh tuan rumah Barito Putera dengan skor 1-0 itu sempat diwarnai oleh keputusan wasit Iwan Sukoco yang menganulir dua gol Bali United.

Gol pertama Bali United yang dianulir oleh wasit asal Malang itu dikarenakan sang pencetak gol, Melvin Platje, dianggap sudah berada dalam posisi offside terlebih dahulu ketika menerima umpan. Padahal berdasarkan tayangan ulang jelas terlihat bahwa posisi Melvin masih onside ketika menerima umpan dan kemudian melepaskan tendangan fist time yang merobek gawang Barito Putera.

Sementara gol kedua dianulir karena Willian Pacheco dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu kepada kiper Barito Putera, Aditya Harlan di dalam kotak penalti. Namun keputusan wasit Iwan Sukoco kali ini cukup tepat, keran memang berdasarkan tayangan ulang Willian terlihat menyeruduk Aditya Harlan ketika akan menangkap bola, sehingga bola pun lepas dan masuk ke dalam gawang Barito Putera.

Selain hal itu, masih ada beberapa keputusan kontroversial yang dibuat oleh wasit kelahiran tahun 1977 tersebut. Ini bukan kali pertama wasit Iwan Sukoco membuat keputusan kontroversial, karena sebelumnya dia juga telah melakukannya dan bahkan sampai dibebastugaskan karena hal tersebut. Selain citra buruk yang sudah melekat padanya, masih ada 3 fakta menarik dari wasit Iwan Sukoco dan berikut adalah lengkapnya.

Wasit Senior

Iwan Sukoco terbilang sebagai wasit yang cukup senior, mengingat dia telah dipercaya memimpin pertandingan sepak bola kasta tertinggi sejak tahun 2009 yang lalu. Selain memimpin banyak pertandingan di kompetisi kasta tertinggi, Iwan Sukoco juga pernah ditugaskan untuk memimpin jalannya pertandingan di Divisi Utama atau kompetisi kasta kedua di Indonesia.

Anggota TNI

Selain menjadi wasit, Iwan Sukoco juga memiliki profesi lain yakni menjadi seorang prajurit TNI. Berdasarkan informasi, Iwan Sukoco berstatus sebagai anggota Bintara TNI yang ditugaskan sebagai BAMIN KOMSOS (Bintara Administrasi Komunikasi Sosial) di Koramil Wagir Kabupaten Malang.

Pernah Jadi Wasit Terbaik

Dibalik banyaknya keputusan kontroversial, Iwan Sukoco juga pernah meraih prestasi yang cukup membanggakan, yakni menjadi wasit terbaik ISL 2013/14 versi komite media PSSI.

Sering rugi dalam bermain poker? Langsung saja bergabung dengan agen judi online resmi dan terpercaya hanya di 988bet. Untuk informasi lengkapnya bisa kunjungi 988bet.biz.

4 Pemain Perancis yang Bersinar di Barcelona, Akankah Griezmann Selanjutnya?

Dengan nama besar yang dimiliki dan tradisi juara yang sudah terpatri, Barcelona selalu menjadi tujuan dari para pemain bintang top dunia, tidak terkecuali pemain asal Perancis. Dalam sejarah klub, banyak pemain top asal Perancis yang meraih kesuksesan ketika membela Barcelona.

Baru-baru ini Barcelona juga berhasil mendatangkan striker asal Perancis, Antoine Griezmann, dari Atletico Madrid dengan nilai transfer sebesar 120 juta euro atau 1,9 triliun rupiah. Dengan harga yang sangat tinggi, mampukah Griezmann mengikuti jejak pendahulunya untuk meraih kesuksesan bersama Barcelona? Berikut adalah 4 pemain Perancis yang pernah meraih kejayaan bersama Barcelona.

Ludovic Giuly

4 Pemain Perancis yang Bersinar di Barcelona, Akankah Griezmann Selanjutnya?

Ludovic Giuly adalah pemain asal Perancis yang sempat menjadi andalan di lini depan Barcelona antara tahun 2004 hingga 2007 yang lalu. Selama tiga musim membela Barcelona, Giuly berhasil mempersembahkan lima trofi bergengsi, di mana salah satunya adalah gelar juara Liga Champions 2005/06 yang lalu. Selama membela Barcelona, Giuly berhasil mencatat 125 penampilan dengan mencetak 26 gol dan menyumbang 16 assists.

Thierry Henry

4 Pemain Perancis yang Bersinar di Barcelona, Akankah Griezmann Selanjutnya?

Pada musim panas 2007 yang lalu publik sepak bola sempat dikejutkan dengan kabar kepindahan bintang Arsenal, Thierry Henry ke Barcelona. Bersama Blaugrana yang bertabur pemain bintang, kemampuan dan ketajaman Henry sebagai striker sama sekali tidak memudar. Bahkan dirinya masih sanggup mempersembahkan 6 trofi untuk Barcelona, salah satunya adalah Liga Champions musim 2008/09. Henry meninggalkan Barcelona pada tahun 2010 dengan menorehkan catatan 121 penampilan, mencetak 49 gol dan menyumbang 27 assists.

Eric Abidal

4 Pemain Perancis yang Bersinar di Barcelona, Akankah Griezmann Selanjutnya?

Selain mendatangkan Henry, Barcelona juga mendatangkan Eric Abidal pada tahun 2007 dari Olympique Lyonnais. Selama membela Barcelona, Abidal mampu menjadi pemain yang tak tergantikan di lini belakang dengan mencatat 193 penampilan, mencetak 2 gol serta menyumbang 10 assists. Tidak hanya itu, cerita Abidal bersama Barcelona terdengar semakin indah setelah dirinya mampu mempersembahkan total 16 trofi bergengsi.

Samuel Umtiti

4 Pemain Perancis yang Bersinar di Barcelona, Akankah Griezmann Selanjutnya?

Setelah perhelatan Piala Eropa 2016, Barcelona mendatangkan Samuel Umtiti juga dari Olympique Lyonnais. Bersama Barcelona, Umtiti berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya yang kemudian berimbas kepada Timnas Perancis. Menjadi bagian inti dari Les Blues, Umtiti sukses mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2018.

Untuk kamu yang juga ingin meraih kesuksesan dalam bermain poker atau casino, langsung saja kunjungi 988bet.biz dan daftarkan dirimu hanya di 988bet.

Prediksi Senegal vs Tunisia, Saling Sikut Demi Final Piala Afrika 2019

Piala Afrika 2019 sudah memasuki fase akhir, tepatnya babak semi-final yang akan dilangsungkan pada tanggal 14 Juli 2019. Laga sengit pun akan tersaji di babak semi-final kali ini, di mana Timnas Senegal akan ditantang Tunisia demi memperebutkan satu tiket menuju ke partai puncak. Menurut rencana laga tersebut akan dilangsungkan di 30 June Stadium, Minggu (14/07) malam mulai pukul 23:00 WIB. Layaknya laga penting lainnya, pertandingan ini pun dipastikan bakal berjalan panas dengan tensi yang tinggi.

Senegal

Senegal berhasil melangkahkan kakinya ke semi-final Piala Afrika 2019 setelah mengalahkan Benin dengan skor tipis 1-0. Pada pertandingan itu gol tunggal dicetak oleh Idrissa Gana Gueye pada pertengahan babak yang pertama, memanfaatkan umpan manja dari Sadio Mane.

Bertanding melawan Tunisia bisa dibilang menjadi laga yang cukup berat untuk Senegal. Karena mereka harus menghadapi tim dengan tipikal permainan yang sama, yakni mengandalkan serangan dari sisi sayap dengan memanfaatkan kecepatan dari para winger. Menurut data yang dilansir dari laman Whoscored, hanya 28 persen serangan dari Tunisia yang berasal dari lini tengah, sementara 31 persen serangan dibangun dari sisi kanan dan 41 persen serangan dibangun dari sisi kiri.

Akan tetapi Senegal tetap memiliki peluang untuk bisa mengalahkan Tunisia. Namun syaratnya mereka harus mampu bermain rapat dan mematikan pergerakan pemain sayap Tunisia yang memang dikenal memiliki kecepatan.

Pada pertandingan nanti pemain Senegal yang diprediksi akan menjadi sorotan adalah Sadio Mane, di mana sejauh ini pemain milik Liverpool tersebut sukses memainkan peran vital bagi lini depan Senegal. Tak jarang Mane juga mampu menjadi pemecah kebuntuan seperti ketika dirinya mencetak gol tunggal di laga babak 16 besar melawan Uganda. Sementara itu pada laga nanti Senegal kemungkinan akan menggunakan formasi 4-3-3-.

Tunisia

Tunisia lolos ke babak semi-final setelah di pertandingan sebelumnya mampu menumbangkan tim debutan Madagascar dengan skor telak 3-0. Kemenangan dengan skor mencolok itu seakan menunjukkan betapa berkualitasnya permainan Tunisia di Piala Afrika 2019 kali ini.

Melawan Senegal, para pemain Tunisia dituntut untuk mampu mematikan pergerakan Mane. Karena memang sampai saat ini Mane masih berstatus sebagai top skor sementara Senegal dengan koleksi 3 gol. Sementara untuk lini tengah, pemain yang harus diwaspadai oleh Tunisia adalah Idrissa Gueye, yang sering kali mengirimkan umpan-umpan manja ke lini depan.

Jika dilihat dari sejarah kedua tim, Tunisia bisa dibilang lebih unggul ketimbang Senegal. Karena dari 5 pertemuan terakhir keduanya, Tunisia lebih unggul dengan mencatat 2 kemenangan dan hanya menelan 1 kali kekalahan. Akan tetapi head to head tidak akan berperan banyak dalam menentukan hasil di pertandingan kali ini, karena peta kekuatan keduanya juga sudah berubah.

Pada pertandingan nanti pemain Tunisia yang diprediksi akan menjadi sorotan adalah Youssef Msakni dalam formasi 4-3-3.

Head to Head Senegal vs Tunisia

15/01/2017 Tunisia 0 – 2 Senegal

15/10/2014 Tunisia 1 – 0 Senegal

10/10/2014 Senegal 0 – 0 Tunisia

23/01/2008 Tunisia 2 – 2 Senegal

07/02/2004 Tunisia 1 – 0 Senegal

Lima Pertandingan Terakhir Senegal

14/07/2019 Senegal 1 – 0 Benin

06/07/2019 Uganda 0 – 1 Senegal

02/07/2019 Kenya 0 – 3 Senegal

28/06/2019 Senegal 0 – 1 Aljazair

24/06/2019 Senegal 2 – 0 Tanzania

Lima Pertandingan Terakhir Tunisia

12/07/2019 Madagascar 0 – 3 Tunisia

09/07/2019 Ghana (4) 1 – 1 (5) Tunisia

03/07/2019 Mauritania 0 – 0 Tunisia

28/06/2019 Tunisia 1 – 1 Mali

25/06/2019 Tunisia 1 – 1 Angola

Prediksi Line Up Senegal vs Tunisia

Senegal (4-3-3): Alfred Gomis; Lamine Gassama, Cheikhou Kouyate, Kalidou Koulibaly, Youssouf Sabaly; Badou Ndiaye, Idrissa Gueye, Henri Saivet; Keita Balde, M’Baye Niang, Sadio Mane.

Tunisia (4-3-3): Mouez Hassen; Wajdi Kechirida, Yassine Meriah, Dylan Bronn, Oussama Haddadi; Ellyes Skhiri, Ghaylen Chaaleli, Ferjani Sassi; Youssef Msakni, Taha Yassine Khenissi, Wahbi Khazri.

Prediksi Skor Senegal vs Tunisia:  2 – 0

Bagaimana, apakah kamu sudah punya prediksi laga tersebut? Kalau sudah memiliki prediksi pertandingan langsung saja pasang prediksimu di 988bet dengan cara kunjungi 988bet.org.

Video: Fans Liverpool Ejek Manchester United Saat Latihan di Australia

Sampai saat ini Liverpool dan Manchester United masih disebut sebagai dua tim terbaik di Inggris. Karena selain memiliki sejarah yang panjang, keduanya juga memiliki segudang prestasi membanggakan yang tidak dimiliki oleh tim-tim Inggris lainnya. Sampai saat ini Liverpool masih tercatat sebagai tim Inggris dengan koleksi trofi Liga Champions terbanyak, dan Manchester United dinobatkan sebagai kampiun Liga Premier Inggris terbanyak dalam sejarah.

Meskipun secara fakta menunjukkan bahwa kedua tim tersebut adalah penguasa Inggris, namun suporter dari Liverpool dan Manchester United seakan tidak mau mengakui kehebatan dari masing-masing. Suporter dari kedua tim tersebut selalu berdebat mengatakan bahwa tim kebanggaan mereka adalah yang terbaik di Inggris. Karena hal itulah suporter dari kedua tim dengan warna dasar merah itu sering perang komentar atau pun sindiran.

Suporter Liverpool Sindir Manchester United di Australia

Bahkan baru-baru ini ada video yang menunjukkan bahwa suporter Liverpool dengan sengaja menerbangkan banner bertuliskan ‘”Liverpool FC – Juara Liga Champions 6x” tepat di atas tempat latihan pra-musim Manchester United di Australia. Karena seperti yang sudah diketahui, Liverpool baru saja merengkuh trofi Liga Champions Eropa untuk yang keenam kalinya setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 di final Liga Champions 2018/19 yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 2 Juni yang lalu.

Manchester United Sudah Lama Puasa Gelar Liga Champions

Sementara sampai saat ini Manchester United hanya mampu meraih 3 trofi Liga Champions, di mana trofi terakhir mereka raih pada musim 2007/08 setelah mengalahkan Chelsea melalui drama adu penalti. Manchester United sebenarnya berkesempatan menambah koleksi trofi Liga Champions, namun sayangnya langkah mereka harus dihentikan Barcelona pada final edisi 2009/10 dan 2011/12 yang lalu. Sementara pada Liga Champions 2018/19 kemarin tim berjuluk The Red Devils itu hanya sanggup melangkah hingga ke babak 8 besar usai disingkirkan Barcelona, tim yang kemudian disingkirkan oleh Liverpool di babak semi-final.

Untuk kamu yang ingin mendapat update terbaru soal dunia sepak bola dan judi online, terus pantengin Safa-TV.net.

Cedera Mengerikan Warnai Laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di Liga 1 2019

Laga El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (10/07) sore WIB berlangsung ketat dari awal hingga akhir pertandingan. Pertandingan penuh gengsi itu pun akhirnya harus berakhir dengan skor imbang 1-1, setelah Persija mencetak gol lebih dahulu melalui tandukan Marko Simic menit ke-75, sebelum akhirnya Persib menyamakan kedudukan melalui gol dari Artur Geowrkyan di masa injury time babak yang kedua.

Dibalik hasil imbang tersebut, sempat ada insiden yang mengerikan terjadi pada menit ke-30. Insiden itu melibatkan striker asing Persija, Bruno Matos dengan kiper Persib, Natsir.

Bruno Matos vs Natsir

Insiden bermula ketika Bruno mendapat umpan terobosan di dalam kotak penalti Persib. Bomber asal Brasil itu pun berlari kencang untuk menjangkau bola di dalam kotak penalti. Namun pada saat yang bersamaan Natsir memutuskan keluar dari sarangnya untuk menghalau umpan terobosan tersebut. Saat itu Bruno Matos berhasil menjangkau bola dan memberikan sentuhan terakhir dengan maksud memberikan umpan kepada rekannya. Setelah berhasil memberikan umpan, Bruno Matos yang sudah berlari kencang berusaha melompat untuk menghindari tabrakan dengan Natsir. Akan tetapi upayanya gagal dan Natsir yang sudah terlanjur maju ke depan terkena terjangan dari kaki bomber berusia 29 tahun tersebut.

Mengalami benturan keras, Natsir sempat tergeletak dan mendapat perawatan di atas lapangan. Karena cederanya yang dinilai cukup serius, Natsir langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulan untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Sementara posisi yang ditinggalkan oleh Natsir digantikan oleh kiper senior Made Wirawan.

The Jakmania Beri ‘Hadiah’ untuk Natsir

Ketika Natsir dimasukkan ke dalam ambulan, pendukung setia Persija, The Jakmania, tak segan untuk memberikan tepuk tangan sebagai tanda penghormatan. Namun ada juga beberapa oknum The Jakmania yang justru menyoraki Natsir karena cederanya membuat pertandingan harus terhenti cukup lama. Akan tetapi beruntung pada laga tersebut tidak ada tindakan anarkis seperti yang dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya.

Sambil menikmati update berita sepak bola terkini, gak ada salahnya kamu berkunjung ke 988bet.biz untuk bergabung dengan situs judi online terpercaya di 988bet.

Sebelum Ingin Jadi WNI, Ini 4 Bintang Eropa yang Pernah Dihadapi Keziah

Calon pemain naturalisasi Indonesia asal Belanda, Keziah Veendorp, memiliki banyak pengalaman di kancah sepak bola internasional bersama timnas kelompok umur Belanda. Menurut informasi, dirinya pernah menjadi bagian dari Timnas Belanda U-16, U-17, hingga U-18. Bahkan dirinya juga pernah menjabat sebagai kapten Timnas Belanda U-17 di Piala Eropa U-17 2014 yang lalu.

Pada masa-masa itu lah Keziah berkesempatan berhadapan dengan para pemain top Eropa di era sekarang. Berikut adalah 4 pemain top Eropa yang pernah dihadapi oleh Keziah Veendorp.

Joe Gomez

Joe Gomez adalah salah satu pemain andalan di lini belakang Liverpool. Bahkan Joe Gomez telah beberapa kali dipercaya turun sebagai starting XI di lini belakang Liverpool pada kompetisi Liga Premier Inggris atau pun Liga Champions Eropa. Keziah sendiri pernah dua kali berhadapan dengan Joe Gomez pada ajang Piala Eropa U-17 2014 yang lalu, kala itu Timnas Belanda U-17 berhasil menang 2-0 melawan Timnas Inggris U-17 di babak penyisihan grup dan kalah adu penalti di partai puncak.

Dominic Solanke

Selain Joe Gomez, mantan bomber muda Liverpool, Dominic Solanke juga pernah menjadi lawan Keziah di level internasional kala Timnas Belanda melawan Timnas Inggris di Piala Eropa U-17 2014. Sempat digadang-gadang bakal menjadi bomber muda Inggris, kini Solanke bermain bersama Bournemouth.

Ousmane Dembele

Keziah pernah berhadapan dengan pemain mahal milik Barcelona, Ousmane Dembele. Kala itu Keziah yang membela Timnas Belanda U-17 berhadapan dengan Dembele yang bermain untuk Timnas Perancis U-17. Kini Dembele menjadi salah satu pemain bintang Eropa yang sinarnya cukup terang bersama dengan Barcelona.

Renato Sanches

Kemudian Keziah juga pernah berhadapan dengan Renato Sanches di beberapa kesempatan. Yang pertama dirinya berkesempatan melawan Renato ketika Timnas Belanda U-16 melawan Portugal U-16, di mana pada laga itu Tim De Oranje harus kalah dengan skor 2-1. Kemudian Keziah pernah melawan renato Renato ketika membela Timnas Belanda U-17 berhadapan dengan Portugal U-17.

Untuk kamu yang mencari agen Sbobet terpercaya, langsung saja kunjungi 988bet.me dan bergabung denbgan 988bet. Jangan ragu, dijamin menguntungkan.

Dilatih Frank Lampard, 4 Pemain Chelsea Ini Diprediksi Kembali Bersinar

Chelsea telah resmi menunjuk Frank Lampard sebagai pelatih baru untuk menggantikan posisi Maurizio Sarri yang memilih hengkang dan bergabung bersama Juventus. Namun sayangnya Lampard dipastikan tidak bisa belanja pemain di bursa transfer musim panas kali ini, mengingat Chelsea harus menghadapi hukuman larangan transfer pemain dalam dua periode atau hingga musim panas 2020 mendatang.

Meskipun demikian, Lampard masih bisa menyulap Chelsea kembali menjadi tim yang disegani di daratan Inggris dan bahkan di Eropa. Karena klub penghuni Stamford Bridge itu masih memiliki banyak pemain berkualitas di dalam skuatnya. Bahkan ada 4 pemain yang diprediksi performanya bakal meningkat di bawah tangan dingin Lampard. Siapa saja kah keempat pemain tersebut, ini dia jawabannya.

Mason Mount

Menghadapi situasi larangan transfer pemain, bukan tidak mungkin Chelsea akan memulangkan beberapa pemain yang dipinjamkan, termasuk Mason Mount yang musim lalu dipinjamkan ke Derby Country dan bekerja sama dengan Lampard. Jika Mason Mount benar-benar dipulangkan, bukan tidak mungkin dirinya akan menunjukkan penampilan terbaiknya seperti ketika masih berseragam Derby Country. Karena di musim lalu dirinya mampu menjelma sebagai gelandang modern dengan mencatat 35 penampilan dan mengemas 8 gol. Dengan ketenangan dan kemampuan penguasaan bola yang baik, Mason Mount bisa menjadi pilihan yang pas untuk memperkuat lini tengah Chelsea.

Callum Hudson-Odoi

Hengkangnya Eden Hazard ke Real Madrid semakin membuka jalan bagi winger muda 18 tahun, Callum Hudson-Odoi untuk mendapat lebih banyak kesempatan bermain. Karakter Lampard yang lebih suka menggunakan jasa pemain muda membuat dirinya berpeluang memasukkan nama Hudson-Odoi ke dalam starting XI.

N’Golo Kante

Penampilan N’Golo Kante sempat meredup di bawah kepelatihan Maurizio Sarri yang lebih memilih untuk memainkan Jorginho di lini tengah. Padahal secara kemampuan Kante bisa dibilang lebih baik ketimbang Jorginho. Hal itu lah yang membuat Lampard berpeluang untuk kembali memasukkan nama Kante ke dalam starting XI di musim depan. Dengan mendapat banyak kesempatan bermain, bukan hal yang mustahil bagi Kante untuk kembali menunjukkan penampilan terbaiknya.

David Luis

Yang terakhir adalah David Luiz, di mana dirinya diprediksi akan dibebani tanggung jawab yang besar oleh Lampard untuk mengawal lini belakang The Blues. Karena dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, Luiz masih layak untuk memainkan peran kunci di lini belakang Chelsea musim depan.

Untuk kamu yang hobi bermain poker, langsung saja kunjungi 988bet.me dan bergabung bersama 988bet. Selain terpercaya, kamu juga dijamin akan mendapat keuntungan dan bonus yang lebih besar.

Putuskan Pensiun, Ini Deretan Gol Terbaik Arjen Robben yang Patut Dikenang

Nama Arjen Robben akan tetap dikenang sebagai salah satu winger papan atas dunia. Dengan kemampuan yang dimilikinya, tentu saja banyak orang yang merasa kehilangan atas keputusannya untuk memilih pensiun sebagai pemain sepak bola profesional.

Berlari kencang, dribble yang mengesankan, dan tendangan kaki kiri yang mematikan seakan tidak bisa dihilangkan dari sosok Robben. Berkat kemampuannya tersebut tak jarang pemain kelahiran Bedum, Belanda tersebut mampu mencetak gol-gol indah dengan cara yang mengesankan.

Mengawali karier di klub lokal Belanda bersama Groningen, Robben kemudian berhasil meraih banyak kesuksesan ketika membela tim-tim ternama dunia seperti PSV Eindhoven, Chelsea, Real Madrid, dan terakhir bersama Bayern Munich. Di klub terakhirnya, Bayern Munich, Robben berhasil mencatat 309 penampilan dan mencetak 144 gol dalam kurun waktu 10 musim mulai dari tahun 2009 hingga 2019.

Dari ratusan gol yang berhasil diceploskan ke gawang lawan, setidaknya ada 10 gol yang sangat mengesankan dan patut untuk dikenang dari seorang Robben. Gol-gol tersebut ia cetak dari cara yang berbeda-beda, mulai dari tendangan bebas akurat hingga gol cut inside yang sudah menjadi ciri khasnya ketika menyingkirkan Barcelona dari babak semi-final Liga Champions 2012/13 yang lalu.

Di antara gol-gol tersebut, ada satu gol yang paling diingat oleh Robben. Gol itu adalah yang dia cetak ke gawang Borussia Dortmund di final Liga Champions 2012/13 silam. Gol itu sendiri dia cetak setelah menerima umpan back heel dari kompatriotnya, Franck Ribery tepat di depan kotak penalti Die Borussian. Dengan ketenangan dan kecepatannya, Robben berhasil menjangkau bola tersebut dan melewati para pemain lawan sebelum menceploskan bola ke dalam gawang Borussia Dortmund yang kala itu dijaga oleh Roman Weidenfeller.

Berkat gol tersebut, Bayern Munich berhasil memenangkan gelar juara Liga Champions dengan mengalahkan Borussia Dortmund 2-1, sekaligus mencatat treble winner setelah sebelumnya berhasil memastikan gelar juara Bundesliga dan DFB Pokal.

Sembari menikmati update terbaru soal berita sepak bola, gak ada salahnya kamu kunjungi 988bet.me untuk bergabung menjadi agen 988bet. Keuntungan dan bonusnya berlipat-lipat!