Prestasi Manchester United kian hari semakin menurun. Bahkan pada kompetisi musim 2018/19 kali ini tim berjuluk The Red Devils itu harus kembali puas gelar. Di Liga Premier Inggris klub yang bermarkas di Old Trafford itu hanya mampu duduk di posisi ke-6 klasemen akhir dan dipastikan gagal menembus zona Liga Champions. Kemudian di Liga Champions musim 2018/19 langkah mereka harus dihentikan oleh Barcelona di babak 8 besar. Padahal di musim 2018/19 mereka telah melakukan pergantian pelatih dari Jose Mourinho ke Ole Gunnar Solksjaer. Akan tetapi tangan dingin Solksjaer seakan belum mampu mengangkat prestasi Manchester United.

Seiring dengan prestasinya yang terus menurun, tentunya banyak pihak yang tak lagi menyegani Manchester United. Padahal dahulu Manchester United adalah salah satu tim terkuat di Inggris yang sering ditakuti oleh lawan-lawannya. Selain karena prestasinya yang menurun, 3 hal ini juga memiliki pengaruh besar yang membuat Manchester United tidak lagi ditakuti lawan-lawannya.

Tidak Ada Pengganti yang Sepadan untuk Sir Alex Ferguson

Prestasi Manchester United mulai menunjukkan tanda-tanda akan menurun sejak Ferguson memutuskan pensiun dari dunia kepelatihan pada penghujung musim 2012/13 yang lalu. Setelah Ferguson pensiun, Manchester United sebenarnya telah menunjuk beberapa pelatih ternama untuk menangani David de Gea dkk, mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, hingga yang terakhir adalah Ole Gunnar Solksjaer. Akan tetapi mereka seakan kesulitan mengangkat prestasi tim, terlebih menyamai kehebatan Ferguson.

Tidak Ada Pemain yang Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Di era Ferguson, Manchester United memiliki banyak pemain dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi, mulai dari Roy Keane, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, hingga Nemanja Vidic. Sementara pada musim ini Manchester United tidak memiliki pemain yang memilikinya. Padahal sosok pemimpin sendiri sangat penting dalam sepak bola, terutama ketika tim tersebut bermain tanpa arah.

Manajemen Mengontrak Pemain yang Salah

Manajemen Manchester United sering kali salah dalam mengambil kebijakan soal transfer dan kontrak pemain. Para pemain yang tidak memiliki penampilan yang mengesankan seperti Ashley Young, Chris Smalling, dan Phil Jones justru diberi kontrak jangka panjang. Sementara pemain dengan kualitas jempolan seperti David de Gea, Juan Mata, dan Ander Herrera justru tidak diberi perpanjangan kontrak. Padahal mereka memiliki dampak yang sangat signifikan dalam setiap pertandingan. Untuk kamu yang ingin bermain Sbobet atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai casino, bisa langsung berkunjung ke situs Livebaccaratsbobet.org. Dijamin aman!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *